Contoh Soal TIU Deret Angka & Pembahasan
Contoh soal TIU deret angka dengan pembahasan pola bertingkat, dua larik, dan operasi bergantian. Plus trik menemukan pola lebih cepat.
Soal TIU deret angka menguji kemampuan melihat pola hubungan antar angka. Tantangan utamanya bukan berhitung, melainkan menemukan pola dengan cepat. Ada beberapa pola baku yang muncul berulang—selisih tetap, selisih bertingkat, perkalian, dua larik, dan operasi bergantian. Kenali polanya, dan soal deret berubah jadi mencongak cepat.
Cara Cepat Menemukan Pola
- Lihat selisih antar angka terlebih dahulu (tambah/kurang berapa).
- Jika selisihnya tidak tetap, cek selisih tingkat kedua (pola selisih dari selisih).
- Jika angkanya melonjak cepat, curigai perkalian atau perpangkatan.
- Jika pola tidak masuk, coba pisahkan angka ganjil dan genap (dua larik).
- Perhatikan operasi bergantian seperti +5, ×2, +5, ×2.
Contoh Soal dan Pembahasan
Soal 1 — Selisih Tetap
3, 7, 11, 15, 19, …
A. 21 B. 22 C. 23 D. 24 E. 25
Jawaban: C. Pola selisih tetap +4. Setelah 19, angka berikutnya 19 + 4 = 23.
Soal 2 — Perkalian
2, 6, 18, 54, …
A. 108 B. 124 C. 152 D. 162 E. 180
Jawaban: D. Pola dikali 3. 54 × 3 = 162.
Soal 3 — Dua Larik
5, 10, 8, 16, 14, 28, …
A. 24 B. 26 C. 30 D. 32 E. 56
Jawaban: B. Pola bergantian: ×2 lalu −2. 5×2=10, 10−2=8, 8×2=16, 16−2=14, 14×2=28, lalu 28−2=26.
Soal 4 — Selisih Bertingkat
1, 2, 5, 10, 17, …
A. 22 B. 24 C. 26 D. 28 E. 30
Jawaban: C. Selisihnya 1, 3, 5, 7 (bilangan ganjil naik). Selisih berikutnya 9, jadi 17 + 9 = 26.
Soal 5 — Dua Larik Terpisah
7, 3, 14, 6, 28, 12, …
A. 42 B. 48 C. 54 D. 56 E. 60
Jawaban: D. Larik ganjil (7, 14, 28, …) dikali 2 → 56. Larik genap (3, 6, 12, …) juga dikali 2.
Tabel Pola Umum Deret Angka
| Pola | Contoh | Aturan |
|---|---|---|
| Selisih tetap | 2, 5, 8, 11 | +3 |
| Perkalian tetap | 1, 3, 9, 27 | ×3 |
| Selisih bertingkat | 1, 2, 5, 10, 17 | +1, +3, +5, +7 |
| Dua larik | 4, 1, 8, 2, 16 | larik ganjil ×2, genap +1 |
| Operasi bergantian | 3, 6, 5, 10, 9 | ×2, −1, ×2, −1 |
Latihan Tambahan
Soal 6 — Perpangkatan
1, 4, 9, 16, 25, …
A. 30 B. 34 C. 36 D. 40 E. 49
Jawaban: C. Pola bilangan kuadrat: 1², 2², 3², 4², 5², maka berikutnya 6² = 36.
Soal 7 — Selisih Berganda
2, 4, 8, 14, 22, …
A. 30 B. 32 C. 34 D. 36 E. 40
Jawaban: B. Selisihnya +2, +4, +6, +8 (naik 2). Selisih berikutnya +10, jadi 22 + 10 = 32.
Kesalahan Umum
- Terburu-buru menghitung tanpa memeriksa selisih dua angka pertama.
- Memaksakan satu pola padahal ada pola bergantian.
- Mengabaikan pilihan jawaban—membandingkan opsi bisa mempersempit tebakan.
- Habis waktu karena mengerjakan deret sulit terlalu lama; tandai lalu lanjut.
Strategi Waktu
Deret angka adalah tipe soal yang bisa menyita waktu. Beri batas maksimal 40–50 detik per soal; jika belum ketemu polanya, tandai dan lanjut. Kembali lagi setelah soal lain selesai. TIU hanya 35 soal tapi passing grade-nya 80, jadi efisiensi menentukan.
FAQ
Apa itu deret angka dalam TIU? Soal yang mengukur kemampuan melihat pola hubungan antar angka dan menentukan angka berikutnya.
Pola deret angka apa yang paling sering muncul? Pola selisih tetap, selisih bertingkat, perkalian, dua larik, dan operasi bergantian.
Berapa waktu ideal per soal deret angka? Sekitar 40–50 detik. Jika belum ketemu polanya, tandai dan lanjut ke soal lain.
Apakah menebak soal deret yang salah mengurangi nilai? Tidak. Jawaban salah bernilai 0, sama seperti kosong, jadi menebak tetap menguntungkan.
Siap mengukur kesiapan SKD-mu?
Latihan 110 soal berformat CAT dengan timer 100 menit, skor per subtes, dan pembahasan instan.
Artikel terkait
- Panduan
Cara Menghitung Skor & Passing Grade SKD CPNS
Cara menghitung skor SKD CPNS per subtes: rumus TWK/TIU benar x5, TKP berbobot 1-5, dan cek status lolos passing grade TWK 65, TIU 80, TKP 166.
- TIU
Contoh Soal TIU Analogi & Pembahasan (Beserta Pola)
Contoh soal TIU analogi dan cara menemukan pola hubungan kata. Dilengkapi strategi cepat agar tidak terjebak pilihan pengecoh.
- TIU
Contoh Soal TIU Silogisme & Pembahasan
Contoh soal TIU silogisme dengan pembahasan lengkap, rumus modus ponens, tollens, dan silogisme, serta cara menghindari kesimpulan yang salah.